Home Haji Dzikir dan Doa Ketika Tawaf dan Sa’i

Dzikir dan Doa Ketika Tawaf dan Sa’i

Berdzikir dan berdo’a ketika tawaf tidak ada pengkhususan untuk setiap putaran dalam tawaf. Berdzikir dan berdoa yang berasal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ketika berada di Antara hajar Aswad dan Rukun Yamani disunnahkan untuk membaca “Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah, Wa Fil Akhirati Hasanah, Wakina Adzabannar”.

Shalat Sunnah Tawaf – Disunnahkan shalat sunnah tawaf 2 rakaat setelah tawaf dilakukan di belakang maqom ibrahim. Rakaat pertama setelah alfatihah membaca surat al-kafirun dan pada rakaat kedua membaca al-ikhlas.

Apabila dia mendekati bukit shafa, maka ia membaca firman Allah, Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya’ā`irillāh (sesungguhnya shafa dan marwah adalah termasuk syiar-syiar Allah) – Albaqarah 158 – Kemudian mengatakan abdau bimaa bada allahu bih (Aku memulai apa yang Allah mulai)

Apabila berada di-atas shafa berusaha melihat Kabah kemudian membaca zikir Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashoro ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.

Kemudian berdoa sesuai yang diinginkan, kemudian mengulangi kembali dzikir tadi, kemudian berdoa kembali, kemudian mengulang dzikir kembali, kemudian tidak berdo’a lagi. Berlari dengan kencang diantara 2 tanda berwarna hijau – hanya disyariatkan bagi laki-laki.

Sunnah di bukit warmah, sama seperti sunnah di bukit shafa. Juga banyak berdo’a ketika sa’i, bersuci dari hadas kecil atau hadas besar. Walaupun jika tidak bersuci, sa’i nya tetap sah.