Home Haji Larangan Dalam Haji: Membunuh Hewan Buruan dan Berjima

Larangan Dalam Haji: Membunuh Hewan Buruan dan Berjima

Membunuh hewan buruan darat atau membantu membunuhnya atau menunjukkannya adalah salah satu larangan ketika sedang menjalanakan ibadah haji. Akibatnya bagi yang melanggar larangan ini adalah:

  • Menyembelih hewan ternak yang semisal, di tanah haram, di Kota Makkah dan tidak boleh memakannya sedikitpun.
  • Atau membeli makanan seharga hewan ternak dan membagikannya ke setiap orang miskin di Kota Makkah seukuran 1/2 (setengah) Sho atau 1.5 Kg Beras.
  • Atau berpuasa dengan jumlah hari sebanyak jumlah orang miskin.

Tidak boleh pula bagi yang sedang ihram, yaitu melaksanakan akan nikah baik sebagai suami atau wali. Dilarang juga untuk melamar.

Dilarang juga berjima’ dengan istri dengan bersetubuh atau dengan selain itu baik dengan perkataan ataupun perbuatan, misalnya memeluk, mencium, dan lain-lain.

Akibat bagi yang melanggar larangan berjima’ sebelum tahalul awal:

  1. Hajinya rusak;
  2. Wajib menyempurnakan hajinya hingga selesai di Tahun tersebut;
  3. Wajib berhaji di tahun depan;
  4. Wajib sembelih seekor unta, dibagikan untuk orang-orang miskin di tanah haram di kota makkah.

Jika pelanggaran larangan berjima’ dilakukan setelah tahalul awal:

  1. Hajinya tidak rusak;
  2. Menyempurnakan hajinya hingga selesai;
  3. Tidak wajib haji tahun depan;
  4. Fidyah berupa kambing

Khusus untuk ibadah umrah, jika Jima’ dilakukan sebelum Sa’i atau Tawaf, maka:

  1. Rusak umrahnya;
  2. Harus menyempurnakan umrahnya;
  3. Harus niat umrah lagi dari miqat;
  4. Harus sembelih kambing untuk orang miskin ddi Tanah Haram, di Kota Makkah

Jika Jima’ dilakukan setelah Sa’i, maka:

  1. Umrahnya tidak rusak;
  2. Harus sembelih seekor kambing untuk orang miskin di Tanah Haram, di Kota Makkah